Senin, 23 Maret 2015

Kurang tidur tingkatkan risiko obesitas dan diabetes


Kurang tidur membuat Anda merasa kelelahan di siang hari dan mudah tersinggung. Selain itu, kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang serius, termasuk obesitas dan diabetes tipe 2. 

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mempengaruhi kadar gula darah, hormon yang mengontrol nafsu makan, dan persepsi otak tentang makanan berkalori tinggi.

Studi terbaru, yang diterbitkan di Annals of Internal Medicine, menemukan bahwa kurang tidur dapat mengganggu kemampuan sel-sel lemak untuk merespon insulin, hormon yang mengatur metabolisme dan memicu timbulnya diabetes. 

Dalam studi tersebut, tujuh pria dan wanita muda yang sehatmenghabiskan total delapan hari untuk ditidur di laboratorium. Mereka diizinkan untuk tidur normal selama empat malam dan kemudian malam-malam berikutnya mereka hanya diberi waktu tidur 4,5 jam. Untuk menetralisir efek nafsu makan atau makan berlebihan, para peneliti mengawasi asupan kalori mereka dengan ketat.

Setelah empat malam mengalami kurang tidur, tes darah menunjukkan bahwa sensitivitas insulin keseluruhan peserta 16 persenlebih rendah dibandingkan setelah tidur normal di malam hari. Selain itu, sensitivitas sel-sel lemak mereka terhadap insulin menurun sebesar 30 persen, yang biasanya terlihat pada orang yang mengalami obesitas atau diabetes, sebagaimana dilansir Health.com, (16/10).

Tidur sama pentingnya dengan diet sehat dan olahraga. Kebiasaan begadang di malam hari bisa memicu berbagai masalah kesehatan, terutama diabetes dan obesitas. Jadi, jangan kurangi waktu tidur Anda!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar